Tahun Baru Islam, Mengapa?

Menyambut tahun baru Hijriah atau 1 Muharram ini apa yang sudah anda persiapkan? Apakah kita boleh membuat persiapan yang sama dengan persiapan tahun baru Masehi? Lalu mengapa ada tahun baru Hijriah? Mari kita simak penjelasan mengenai hal tersebut.

Sejarah tahun baru Islam atau diawali dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Muharram adalah bulan pertama tahun penanggalan Islam, Hijriyah. Ditetapkan pertama kali oleh Khalifah Umar bin Khattab atas saran dari menantu Rasulullah SAW, yakni Ali bin Abi Thalib.

Muharam yang berarti diharamkan atau yang sangat dihormati, merupakan bulan gencatan senjata atau bulan perdamaian. Hal ini menunjukkan bahwa umat Islam di manapun harus selalu bersikap damai, tidak boleh mengobarkan api peperangan jika tidak diperangi terlebih dahulu. Sedangkan bagi umat Islam sesudah nabi, peringatan ini merupakan momen untuk hijrah dengan melakukan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik. Maka hijrah yang akan kita jalani yaitu perpindahan dari kufur menuju iman, peningkatan mutu diri dari segi spiritual dan intelektual, serta meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah kepada Allah.

Muharam juga harus dimaknai sebagai bulan antimaksiat, yakni dengan menjauhi larangan-larangan Allah SWT, seperti fitnah, pornoaksi, pornografi, judi, korupsi, teror, dan narkoba. Menjelang pergantian tahun baru Islam dapat kita isi dengan melakukan muhasabah, perenungan diri atas apa yang telah kita lakukan dan merencanakan hal yang lebih baik untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Muharram juga menjadi sebagai ujian dikarenakan beberapa kalangan menjadikannya keramat dan mempercayai tahayul kesialan di bulan tersebut. Sehingga orang-orang enggan untuk bepergian, melakukan hal-hal menentukan sampai-sampai melarang mengadakan pernikahan. Padahal Allah sudah menciptakan bulan-bulan yang sangat mulia. Hal yang aneh lagi yaitu ada masyarakat yang melakukan ritual tertentu menjelang pergantian tahun baru islam ini. Semoga ketika terhindar dari kesyirikan dan semakin bersemangat berjuang memperbaiki diri agar dapat memberikan andil kejayaan Islam.

Begitulah makna dari peringatan tahun baru Islam setiap tanggal 1 Muharram, yang akan menjadi momen hijrah atau perpindahan dari keburukan menjadi kebaikan. Serta dapat menjadi pengingat agar kita senantiasa bermuhasabah, mengevaluasi diri atas segala kekurangan dan kelemahan kita sebagai manusia biasa yang kadar keimanannya sering naik dan turun. Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu, maka semakin dekat pula kematian.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s