Menulis Soal Yang Baik

Berikut ini merupakan salah satu bagian tugas para pendidik yaitu membuat soal ujian yang bertujuan untuk melihat hasil proses belajar mengajar. Membuat soal ujian setidaknya merangkai kata-kata tanya yang berisi materi pembelajaran, sesuai SK dan KD/SKL.

Baru-baru ini diadakan ujian semester gasal di sekolah. Menilik beberapa soal mata pelajaran yang ada di sekolah, masih ditemukan beberapa soal yang kurang baik. Soal dikatakan kurang baik itu diantaranya menggunakan tata bahasa yang kurang jelas/baik, soal berikutnya bergantung pada jawaban soal sebelumnya, gambar atau tabel kurang jelas dan pilihan jawaban tercantum di soal sebelumnya, soal diambil dari rangkuman/kumpulan soal-soal siswa. Bahkan ada soal yang dibuat terlebih dahulu baru menyusun kisi-kisi soal. Kadang kegiatan copy paste soal dari berbagai sumber dilakukan saat guru kesulitan merumuskan soal. Atau kalaupun merumuskan soal sendiri, itu adalah hasil modifikasi soal yang sudah dibaca dari sumber tertentu.

Bentuk Instrument soal ada beberapa jenis diantaranya bentuk uraian tertulis.Menulis soal bentuk uraian diperlukan ketepatan dan kelengkapan dalam merumuskannya. Hal yang paling sulit (menurut penulis) dalam penulisan soal bentuk uraian adalah menyusun pedoman penskorannya. Penulis soal harus dapat merumuskan setepat-tepatnya pedoman penskorannya karena kelemahan bentuk soal uraian terletak pada tingkat subyektivitas penskorannya. Berdasarkan metode penskorannya, bentuk uraian diklasifikasikan menjadi 2, yaitu uraian objektif dan uraian non-objektif. Bentuk uraian objektif adalah suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu, sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif.

Bentuk uraian non-objektif adalah suatu soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing peserta didik, sehingga penskorannya sukar untuk dilakukan secara objektif.

Agar soal yang disusun bermutu baik, maka penulis soal harus memperhatikan kaidah penulisannya. Untuk memudahkan pengelolaan, perbaikan, dan pengembangan soal, maka soal ditulis di dalam format kartu soal Setiap satu soal dan pedoman penskorannya ditulis di dalam satu format.

Langkah penyusunan  soal yang baik tersebut yaitu : menentukan tujuan tes, menyusun kisi-kisi soal-bukan soal sudah selesai kemudian membuat kisi-kisi, penulisan soal, penelaahan soal, melakukan uji coba soal termasuk analisisnya dan membuat skor. Setiap langkah dalam penyusunan soal tersebut harus dilaksanakan dengan baik dan cermat menurut pedoman yang ditetapkan.

Berikut ini beberapa kaidah penulisan soal bentuk uraian tertulis:

  1. Soal harus sesuai dengan indikator soal.
  2. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai.
  3. Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran.
  4. Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas
  5. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian.
  6. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal.
  7. Ada pedoman penskorannya.
  8. Gambar, tabel, peta, grafik atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca.
  9. Rumusan kalimat soal komunikatif.
  10. Butir soal menggunakan bahasa yang baku.
  11. Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda
  12. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat / tabu.
  13. Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan (jangan sampai didemo kelompok tertentu)
Pos ini dipublikasikan di INFO TERBARU, TIPS DAN TRIK dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Menulis Soal Yang Baik

  1. kasman mappa berkata:

    trims byk, telah memberikan kaidah peulisan soal yg baik, kalau bisa tolong tampilkan contohnya.
    by KM

  2. kasman mappa berkata:

    Pada poin 11 terdapat kalimat “Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda”
    Saya minta tolong, tampilkan contoh soalnya yg menimbulkan penafsiran ganda, dan bagaimana yng sebaiknya.
    trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s