Filosofi 2 Telinga dan 1 Mulut Untuk Pemimpin

Filosofi ini menggambarkan  bahwa setiap orang harus lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Kita harus lebih banyak menggunakan indra pendengaran daripada memggunkan mulut dan kita harus sadar bahwa kita harus mendengar dan memahami orang lain atau bawahan kita agar apa yang kita perintahkan dan akan dilakukan diketahui manfaat dan kerugiannya.

Seorang pemimpin disarankan untuk memahami apa saja keluhan dan kesengsaraan warganya. Segala keluhan warga adalah permasalahan yang akan menjadi indicator berhasil tidaknya seorang pemimpin.

Sebagai pemimpin yang akan merumuskan segala kebijakan yang bermanfaat nantinya bagi warga sangatlah mutlak untuk megetahui permasalahan yang ada ditingkat bawah sehingga kebijakan yang telah diputuskan tidak menjadi sekedar praturan tertulis di naskah saja tetapi dapat diimplementasikan bagi kemakmuran warga.

Jadi setelah menggunakan 2 telinga (mendengar dan memahami) terlebih dahulu selanjutnya 1 mulut(berikan perintah) dan buat keputusan yang bermanfaat bagi semua.

Sumber: http://www.kompasiana.com/marifromadoni

Pos ini dipublikasikan di FILOSOFI MENDIDIK, INFO TERBARU, KEPEMIMPINAN dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s