Hati-hati Membuat Soal Ujian

Wah, Mendikbud Bicara ‘Honeymoon’ Saat Ujian, Ada Apa?

SEMARANG—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh menyentil “Honeymoon”, judul salah satu soal bahasa Inggris pada ulangan umum kenaikan kelas (UUKK) saat melakukan kunjungan mendadak ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Semarang, Jawa Tengah, Selasa.

“Ya sama-sama belajar bahasa Inggris, tapi soalnya kan bisa mengangkat dan mengembangkan budaya lokal,” katanya seraya menyampaikan kritikannya kepada jajaran Dinas Pendidikan Kota Semarang yang hadir pada kesempatan itu.
Mendikbud melakukan kunjungan mendadak ke SMA Negeri 9 Semarang yang kebetulan tengah menggelar UUKK untuk ujian kenaikan kelas X dan XI, serta menemukan soal yang mengangkat judul “honeymoon” saat mengamati soal yang tengah dikerjakan siswa.

Menurut dia, setidaknya ada tiga aspek penting dalam soal kebahasaan yang diujikan, yakni bahasa itu sendiri, objek apa yang harus dibahasakan, dan bagaimana soal-soal bahasa itu membangun logika berpikir kritis di kalangan siswa.
Ia menjelaskan bahwa soal-soal yang diujikan sebaiknya mengangkat dan mengembangkan tradisi lokal, fenomena sosial, dan temuan-temuan yang menarik di wilayah setempat, misalnya Jateng dan Kota Semarang.
“Ya saya temukan salah satu soal cerita yang berjudul ‘honeymoon’. Barangkali karena anak-anak SMA ini mau menikah setelah lulus,” katanya sambil bercanda.

Dia mengatakan akan lebih baik jika mengangkat judul yang lebih bernuansa tradisi dan budaya lokal.
Meski demikian, Nuh menilai secara umum materi UUKK sudah cukup bagus karena tidak hanya mengujikan soal “multiple choice” (pilihan ganda), namun disertai pula soal yang bersifat esai yang mengajak siswa merekonstruksi cara berpikirnya.
“Bukan berarti kalau soal pilihan ganda tidak pakai berpikir, ya tetap mikir. Namun, kalau soal uraian lebih mengajak siswa merekonstruksi cara berpikirnya. Kemudian, kalau bisa nanti pelaksanaan ujian siswa duduk sendiri-sendiri. Satu siswa satu meja. Ini kan masih satu meja untuk berdua,” katanya.

Selain meninjau ruang kelas, Mendikbud juga menyempatkan meninjau ruang kamar mandi untuk mengecek kebersihannya, mengingat selama ini kebersihan toilet kerap dilupakan.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 9 Semarang Nasikhun menjelaskan bahwa soal-soal UUKK tidak dibuat oleh pihak sekolah, namun disusun tim Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Semarang.
“Ya masukan Pak Mendikbud ini akan kami sampaikan ke MKKS. Tetapi, tadi juga sudah disampaikan beliau (Mendikbud, red.) langsung ke Pak Bunyamin selaku Kepala Disdik Kota Semarang,” kata Nasikhun.

Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: antara,REPUBLIKA.CO.ID,
Pos ini dipublikasikan di INFO TERBARU, PENDIDIKAN KARAKTER. Tandai permalink.

6 Balasan ke Hati-hati Membuat Soal Ujian

  1. Ping balik: Menulis Soal Yang Baik | GURU SMA

  2. Ping balik: LOMBA CERDAS CERMAT « SMA NEGERI 1 BILAH HILIR

  3. Ping balik: Triple F (Fashion, Food, Film) « M. Arif Romadoni

  4. Ping balik: Triple F (Fashion, Food, Film) « SMA NEGERI 1 BILAH HILIR

  5. Ping balik: Perda Larangan Ngangkang Di Lhokseumawe | GURU SMA

  6. Ping balik: Pemkab Labuhanbatu Telah Penuhi Kebutuhan Sekolah, Guru Dituntut Tingkatkan Kualitas « SMA NEGERI 1 BILAH HILIR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s