Kiat Berbagi “Quality Time” dengan Anak

KOMPAS.com — Banyak ibu bekerja yang mengeluh kurangnya waktu untuk dihabiskan bersama anak-anak. Anda harus berangkat ke kantor ketika anak masih tidur, dan kembali ke rumah saat anak sudah teler dan ingin tidur. Kalau sudah begini, bagaimana bisa melakukan bonding dengan anak?

Ketimbang memperdebatkan berapa lama waktu yang ideal untuk dihabiskan bersama anak, lebih baik cari cara yang menyenangkan dan bermanfaat untuk menemani anak meskipun waktunya cuma 30-45 menit sehari. Berikut beberapa inspirasinya:

* Menumbuhkan rasa aman adalah hal penting di masa anak-anak. Untuk itu, bangun kepercayaannya pada lingkungan. Dengan melihat kita berada di sampingnya sambil tersenyum dan menyapanya saat bangun pagi, serta mengucapkan selamat tidur saat mengantarnya ke peraduan, ia tak hanya akan gembira, tetapi juga merasa diterima kehadirannya.

* Berikan sentuhan sebanyak-banyaknya kepada si buah hati setiap kali Anda berada di dekatnya. Pelukan, kecupan, belaian, elusan, atau tepukan hangat akan membuatnya merasa nyaman. Hal ini juga berlaku untuk anak-anak yang sudah besar di usia sekolah. Kenyamanan inilah yang membuatnya merasa menjadi bagian penting dari keluarga. Ia merasa disayang dan tahu bahwa Anda tetap memerhatikannya. Konsep ini memupuk kepercayaan dirinya.

* Saat bangun pagi, lakukan aktivitas apa pun bersama. Berolahraga bersama, membantu anak-anak yang sudah bersekolah menyiapkan keperluannya, atau sekadar bercanda ria di tempat tidurnya sebelum Anda bersiap bekerja.

* Ubahlah berbagai aktivitas sederhana menjadi kegiatan istimewa. Di akhir minggu, ajak si kecil mandi di halaman belakang. Kegiatan menyenangkan ini akan semakin erat menautkan hubungan ibu dan anak.

* Tunda dulu membaca surat kabar di pagi hari. Kegiatan ini toh bisa dilakukan di perjalanan ke tempat kerja. Lebih baik, curahkan perhatian kepada anak di waktu sarapan bersama. Dengarkan celotehannya dan tanggapi dengan antusias.

* Di usia prasekolah atau sekolah, anak-anak mulai senang membantu orangtua melakukan pekerjaan rumah. Biarkan ia terlibat dalam aktivitas yang Anda lakukan. Menyumbang tenaga dalam proses persiapan sarapan, misalnya. Mungkin awalnya akan terjadi kesemrawutan di sana-sini, tetapi dari situlah ia belajar banyak mengenai kehati-hatian saat memegang barang pecah-belah, belajar mengenai keteraturan letak, keserasian, dan belajar hal-hal lainnya.

* Anda pun masih bisa menunjukkan kasih sayang dengan cara-cara unik. Seperti menyelipkan catatan kecil di tas bekalnya, “Selamat makan, Sayang. Mama sayang Kakak!” Usaha ini simpel namun sangat berarti bagi sang buah hati karena ia merasa begitu diperhatikan oleh ibunya.

* Sebelum anak berangkat sekolah, cium pipi atau keningnya sambil katakan bahwa sepulang bekerja ibu dan dia akan bertemu lagi. Sambil melepas anak ke sekolah, berpesanlah pada anak untuk menikmati kegiatannya di sekolah. “Senang-senang ya, Nak!”

* Momen kedatangan ibu di rumah bagi anak merupakan hal istimewa. Lantaran itu, mereka selalu menunjukkan keinginan untuk bercerita dan bermain bersama. Tersenyumlah selalu saat anak menyapa Anda. Berikan pelukan hangat dan sama. “Hai Sayang, Bunda kangen banget!”, atau “Sebentar ya, Nak. Bunda bersih-bersih dulu, setelah itu kita main bersama, ya.” Meski lelah sehabis bekerja, lakukan setiap kegiatan yang memungkinkan bersama si kecil.

* Malam sebelum tidur merupakan momen yang paling baik bagi orangtua untuk menjalin hubungan emosional yang lebih berkualitas. Sebelum masuk ke kamar anak yang sudah tidur sendiri, mintalah izin terlebih dulu. Duduklah berhadapan dengan anak, atau bersisian. Orangtua dapat memulai komunikasi, “Nak, gimana perasaanmu hari ini? Kalau ada yang enggak enak, mudah-mudahan Bunda bisa bantu.”

Obrolan singkat seperti itu akan membantu orangtua memahami perasaan anak. Untuk memancing keterbukaannya, berceritalah terlebih dulu, “Bunda hari ini senang sekali karena tadi siang ketemu teman kecil Bunda.” Bila anak memang menginginkannya, bercakap-cakaplah hingga waktu tidur tiba. Lanjutkan aktivitas dengan berdoa bersama, dan membacakan buku cerita, sebelum mengantar sang buah hati terlelap.

Narasumber: Irma Gustiana A, MPsi, dari Lembaga Psikologi Terapan UI, Jakarta, dan Titi Natalia, MPsi, dari Universitas Tarumanegara Jakarta.

(Tabloid Nakita, Irfan/Hilman)

Pos ini dipublikasikan di IBU DAN ANAK. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s