Soekarno – Hatta, Mengapa?

Bapak Soekarno dan Bapak Hatta adalah Proklamator yang tidak ada duanya yang pernah ada di Indonesia. Soekarno yang namanya pernah dibesarkan dikalangan Bangsa Asia-Afrika. Bapak Presiden pertama Indonesia Sukarno meninggal dengan status stigma yang tidak baik

Marilah kita semua menjadi warga bangsa yang harus menghitung jasa-jasa orang secara objektif dan memberi takaran sebagai bangsa dan mungkin saja gelar pahlawan dapat kita pertimbangkan bagi semua mantan presiden dan wakil presiden. Tentu kita masih ingat pesan Presiden pertama bangsa indonesia yaitu JAS MERAH (Jangan sekali-sekali melupakan sejarah).

Pemberian gelar pahlawan tentu bukanlah hal yang sederhana. Beberapa tahapan dilakukan untuk menetapkan seseorang itu sebagai pahlawan sebagai contoh mulai dari tahapan usulan dari masyarakat, pembentukan tim perumusan, membuat seminar yang menghasilkan rekomendasi (meskipun aspek-aspek diluar rekomendasi seminar harus menjadi bahan pertimbangan), selanjutnya tim menyampaikan hasil rekomendasi kepada Dewan Tanda dan Kehormatan dan akhirnya seseorang diberi gelar Pahlawan.

Pemerintah Indonesia telah memberikan penghargaan sebagai Proklamator untuk Soekarno dan Hatta yang dituangkan dalam Kepres 81/1986 tetapi baru tahun inilah Soekarno dan Hatta diberi gelar Pahlawan Nasional.

sumber: http://www.kompasiana.com/marifromadoni/soekarno-hatta-mengapa_551943e0a33311a216b65926

http://sabahmarbau.wordpress.com

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Nabi Muhammad SAW adalah Idolaku

Kalimat ini diucapkan oleh anak remaja yang nongkrong di café sambil berdiskusi masalah remaja. Mereka mendiskusikan tentang hal-hal yang bekaitan tentang remaja, cara bergaul yang baik, dan masalah remaja masa kini. Remaja atau pemuda yang selalu menjadi rujukan mereka adalah Nabi Muhammad SAW karena beliau telah memberi contoh teladan yang baik yang wajib ditiru oleh ummat manusia di bumi ini. Sosok beliau yang santun dan selalu memaafkan kesalahan orang lain.

Ketika mengenang kisah Nabi Muhammad, tentu kita tidak pernah lupa peristiwa kelahiran beliau. Di kala umat manusia dalam kegelapan dan kehilangan pegangan hidupnya, lahirlah seorang laki-laki di dunia dari keluarga yang sederhana di kota Mekkah. Seorang bayi yang kelak membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban dunia. Bayi itu telah menjadi yatim pada saat 7 bulan sebelum ia lahir. Oleh kakeknya Abdul Muthalib dengan penuh kasih sayang, bayi itu dibawa ke kaki ka’bah. Di tempat suci itulah bayi tersebut diberi nama Muhammad. Kelahiran Nabi Muhammad pada tanggal 12 Rabiulawal tahun Gajah atau tanggal 20 April tahun 571 M. Beliau menjadi Nabi pada saat usia 40 tahun ditandai dengan diterimanya wahyu yang pertama di Gua Hiro’

Beliau adalah manusia seperti manusia yang lain dalam  naluri, fungsi fisik, dan kebutuhannya, tetapi bukan dalam sifat-sifat dan keagungannya, karena beliau mendapat bimbingan  Tuhan  dan kedudukan   istimewa  di  sisi-Nya,  sedang  yang  lain  tidak demikian. Nabi Muhammad SAW adalah seperti manusia lain dalam hal naluri, fungsi fisik serta kebutuhannya. Beliau adalah manusia yang memiliki akhlak mulia. Sehingga ia di kenal dengan sebutan “AL-AMIN” (Orang yang dapat dipercaya).Gelar Al-Amin itu di berikan karena kejujurannya dan sifat dapat dipercaya.

Adakalanya kita mengingat kembali keteladanan dalam Islam, ungkapan keteladanan biasa disebut “Uswatun Khasanah” yang sebenarnya diberikan kepada Nabi Muhammad SAW, seperti firman Allah SWT dalam AL-Qur’an surat Al Ahzab ayat 21, “ Sesungguhnya telah ada pada diri rasulullah SAW itu suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah “ .

Gelar Uswatun khasanah amat pantas diberikan kepada Nabi Muhammad SAW, karena Nabi Muhammad adalah sosok hamba Allah yang bijaksana dalam mendidik umat dan santun dalam bergaul. Selain menyandang gelar Uswatun Khasanah, Nabi Muhammad juga mendapat julukan Al’Amin, bersifat Amanah, seperti tertuang dalam firman Allah SWT surat An-nisa ayat 4, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

Sikap istiqomah seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya kita selalu menegakkan kebenaran dengan selalu berkata jujur, membela kaum yang lemah, berbuat adil kepada semua orang sesuai dengan proporsinya, amar ma’ruf nahi mungkar, qonaah dan menghindari semua larangan-Nya seperti syirik, kufur nikmat atas nikmat yang telah Allah beri, berdusta, menghina sesama dan lain sebagainya. Keteladanan  tersebut  dapat  dilakukan  oleh  setiap manusia, karena beliau telah memiliki segala sifat terpuji  yang  dapat dimiliki oleh manusia.

Sumber:http://muda.kompasiana.com/2013/01/24/nabi-muhammad-saw-adalah-idolaku-527392.html

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Ujian Nasional 2015 UNTUK SMA/SMP/SEDERAJAT

Ujian Nasional yang telah dilaksanakan setiap tahun sejak 10 tahun terakhir ini melalui kendali Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah mengalami perbaikan dari tahun ke tahun demi untuk peningkatan mutu pendidikan nasional serta tertuang dalam Permendikbud No 5 Thn 2015. Ujian Nasional 2015 akan menjadi alat ukur dalam menghitung indeks integritas sekolah yang memperlihatkan seberapa jujur sekolah dalam melaksanakan UN.

Pelaksanaan Ujian Nasional yang merupakan event tahunan yang dibiayai oleh Negara. Di tahun 2015, pemerintah tetap melanjutkan pelaksanaan Ujian Nasional dengan perbaikan yang telah dilakukan. Berikut perbedaan pelaksanaan ujian nasional dengan tahun sebelumnya:

 Kelulusan ditentukan sepenuhnya oleh sekolah dengan mempertimbangkan capaian seluruh mata pelajaran, keterampilan, maupun sikap dan perilaku siswa selama duduk di bangku sekolah. Bagi siswa yang nilai UN belum mencapai standar nilai kompetensi (55 atau kurang), dapat memperbaiki nilainya untuk mata pelajaran tersebut dalam ujian perbaikan.Kelulusan siswa pendidikan formal jenjang SMP,SMA,SMK & yg sederajat ditetapkan oleh setiap satuan pendidikan melalui rapat dewan guru. Penentu kelulusan, gabungan nilai US dan rata-rata nilai rapor.

 Mulai di rintis Ujian Nasional Computer Based Test dilaksanakan di 585 sekolah dan telah siap yang terdapat di 27 Kabupaten/Kota se Indonesia yg terverifikasi dari 862 sekolah yang diusulkan.

 Nilai UN di bawah 55 boleh mengulang pada mata pelajaran yg nilainya kurang,tetapi tidak ada istilah lulus/tidak lulus dalam UN

 UN menjadi salah satu pertimbangan dlm SNMPTN,selain nilai rapor,prestasi olimpiade,dll. Sekitas awal Mei 2015, hasil UN sudah dikirim ke Panitia SNMPTN, untuk digunakan dalam penentuan hasil SNMPTN dan data hasil UN langsung disinkronisasi dengan panitia SNMPTN.

 Setiap peserta didik yang telah mengikuti UN akan mendapatkan Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) sesuai dalam peraturan Permendikbud No 5 Thn 2015,pasal 6 ayat 1. Sertifikat Hasil Ujian Nasional Adalah laporan hasil ujian nasional yang dibuat lebih informatif dan deskriptif. Selain memuat hasil nilai UN, SHUN dilengkapi dengan keterangan materi apa yang masih kurang atau sudah cukup baik pada setiap mata pelajaran. SHUN ini diberikan untuk memenuhi hak siswa mengetahui capaian kompetensinya terhadap mata pelajaran yang diujikan. SHUN berisi: a. Biodata siswa, b.Nilai UN setiap mapel, & c. Tingkat pencapaian kompetensi lulusan untuk setiap mapel yg diujikan Nilai setiap mata pelajaran dan Kategorisasi dan deskripsi kompetensi Profil capaian kompetensi untuk pembinaan siswa Konteks posisi terhadap rerata siswa yang lain di sekolah, daerah maupun nasional Indeks-indeks lainnya mengukur perilaku saat tes, perkembangan hasil dari tahun ke tahun, dan Semua peserta UN akan mendapat SHUN.

 Penghargaan bagi sekolah yg laksanakan Ujian Nasional secara jujur & berprestasi dengan diberikannya Indeks Integritas Sekolah dalam melaksanakan untuk. Penghargaan itu akan diberikan kepada sekolah dan Pemda dan khusus SMA/sederajat disampaikan ke PTN.
Sumber: Info Grafis UN 2015 Kemendikbud RI dan Twitter:@Kemdikbud_RI

Dipublikasi di UJIAN NASIONAL | Meninggalkan komentar

Mendikbud: UN Bukan Untuk Lulus 100 Persen, Tetapi Jujur 100 Persen

Jakarta, Kemendikbud –Apa tujuan dari ujian nasional (UN)? Tujuannya adalah untuk mengetahui capaian belajar seorang siswa. Ini merupakan hak seorang siswa untuk mengetahui capaian belajarnya. Oleh sebab itu lakukan UN bukan untuk lulus 100 persen, tetapi lakukanlah dengan jujur 100 persen, karena tahun ini UN tidak menjadi syarat kelulusan.

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, saat mengunjungi salah satu televisi di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (27/03/2015). ”Mulai tahun ini kelulusan 100 persen ditentukan oleh sekolah. Yang dinilai adalah seluruh mata pelajaran termasuk perilaku siswa. Oleh sebab itu siswa jangan menjadikan UN sebagai beban,” tutur Mendikbud.

Mendikbud menekankan kembali, UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan, tetapi UN dapat digunakan untuk mendaftar pada jenjang pendidikan berikutnya. Dengan begitu, UN dapat memberikan perilaku positif kepada siswa dan guru. Siswa belajar bukan karena takut untuk menghadapi UN, tetapi belajar untuk mewujudkan keinginan memiliki nilai yang lebih tinggi.

”Karena nilai yang tinggi itu akan membantu mereka mendapatkan sekolah yang lebih baik. Sehingga dapat menanamkan pola perilaku yang positif,” ucap Mendikbud.

Mendikbud berharap dengan tidak dimasukkannya UN sebagai syarat kelulusan, ke depan dapat menanamkan perilaku siswa bahwa mengikuti UN itu adalah semangat untuk mendapatkan prestasi yang baik. ”Jangan lakukan kecurangan-kecurangan yang selama ini banyak dikabarkan. Tetapi lakukan dengan jujur, dan raihlah prestasi yang baik,” pesan Mendikbud. (Seno Hartono)

Sumber: http://kemdikbud.go.id

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

PTN Abaikan Nilai Unas karena Marak Kecurangan

JAKARTA – Maraknya kecurangan dalam ujian nasional (unas) SMA di Jawa Timur (Jatim) bisa berdampak serius. Sikap Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) kini terbelah. 

Sebagian PTN memutuskan tidak memakai nilai unas dalam perhitungan kelulusan SNM PTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 2014 yang diumumkan 27 Mei mendatang. Hari ini merupakan masa krusial dalam “perkawinan” nilau unas dengan nilai sementara kelulusan SNM PTN yang dihitung dari rapor siswa. 

Bendahara Umum MRPTN Rochmad Wahab menjelaskan, hari ini panitia unas yang diwakili oleh BSNP (Badan Standarisasi Nasional Pendidikan) menyerahkan hasil pemindaian. Setelah itu, dari MRPTNI diserahkan ke panitia SNM PTN. “Agenda ini rahasia,” katanya tadi malam.

Rochmad mengatakan, internal MRPTN selaku penyelenggara SNM PTN terus memantau perkembangan penyelenggaraan unas. Termasuk kasus kecurangan unas yang masif dan terstruktur di Lamongan, Jatim.

Pria yang juga rektor UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) itu mengatakan, kasus di Lamongan membuat kalangan rektor tidak percaya terhadap hasil unas.

“Ada beberapa PTN yang memutuskan tidak menggunakan nilai unas untuk pertimbangan kelulusan SNM PTN. Mereka hanya menggunakan keputusan siswa lulus atau tidak lulus unas sebagai penentu kelulusan SNM PTN,” katanya.

Masing-masing PTN memiliki hak mutlak untuk menetapkan skema kelulusan SNM PTN.

Rochmat mengatakan, anjuran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh adalah, nilai unas dan rapor diberi bobot tertentu untuk pertimbangan kelulusan SNM PTN. Meski begitu, penetapan kelulusan SNM PTN itu ada di tangan rektor, bukan menteri.

“Khusus di kampus saya (UNY), sampai sekarang belum ditetapkan apakah nilai unas akan dipakai untuk pertimbangan kelulusan SNM PTN,” paparnya.

Pihaknya menunggu perkembangan pengusutan kebocoran soal ujian di Lamongan. Jika nilai unas siswa dari Jatim, khususnya Lamongan, dipakai pertimbangan masuk SNM PTN, menurut Rochmat tidak fair. Sebab, siswa dari daerah lain bisa jadi mengerjakan unas dengan jujur dan sungguh-sungguh. Tidak bisa dibandingkan secara head to head antara nilai unas 9 di Jatim dengan nilai unas 7 di Jogjakarta.

“Bisa jadi nilai 7 di Jogjakarta itu lebih bagus, karena selama ini tidak terdengar ada kecurangan unas di Jogjakarta,” jelasnya.

Rochmat sangat prihatin sekaligus kecewa terhadap kasus pelanggaran unas di Lamongan. Padahal kalangan PTN sudah mewanti-wanti jajaran panitia unas untuk bekerja dengan jujur.

“Tetapi nyatanya para guru dan kepala sekolah seperti itu. Berbuat pelanggaran demi mengejar nilai unas tinggi,” tandasnya.

Tahun ini adalah penyelenggaraan SNM PTN pertama yang menggunakan nilai unas sebagai pertimbangan kelulusan. Namun, di kalangan rektor PTN masih ada yang belum percaya terhadap kejujuran pelaksanaan unas.

“Jadi, jangan disalahkan jika masih ada PTN yang tidak memakai nilai unas sebagai pertimbangan kelulusan SNM PTN,” katanya.(wan/ca)

Sumber: http://www.jpnn.com/

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Nasehat Dari Kantin Sekolah

Siswa-siswi terlihat gembira dan berbincang-bincang disertai tawa lepas sambil menikmati hidangan menu favorit mereka. Pada raut wajah mereka terpancar keceriaandan kebahagiaan. Demikian suasana para siswa yang sering kita lihat dikantin sekolah. Kantin sekolah adalah suatu ruang atau tempat yang menyediakan makanan dan minuman bagi warga sekolah. Kantin adalah tempat untuk memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar memilih makanan yang baik dan sehat,

 

Kantin juga merupakan tempat yang memberi bantuan dalam mengajarkan ilmu gizi secara nyata, menganjurkan kebersihan dan kesehatan, menekankan kesopanan dalam masyarakat, bekerja, dan kehidupan bersama, menekankan penggunaan tata krama yang benar dan sesuai dengan yang berlaku di masyarakat, memberikan gambaran tentang manajemen yang praktis dan baik, dan tempat yang memberikan pelajaran sosial kepada siswa.

 

Kantin sekolah adalah tempat favorite para siswa dan sebagai tempat untuk berdiskusi tentang apa saja termasuk materi pelajaran di kelas serta selalu dijadikan alternative tujuan ketika meminta ijin ke kamar mandi oleh sebagian siswa. Sedangkan suasana didalam ruang kelas, siswa selalu menggambarkan dengan suasana yang tegang dan tempat membosankan. Demikian suasana kedua tempat tersebut. Berbicara tentang kantin dan hubungannya dengan metode pembelajaran, mari kita belajar dari suasana di kantin sekolah.

 

Berikut ini beberapa situasi yang pernah penulis amati di kantin sekolah, Pertama: Siswa bebas memilih menu sesuai selera mereka, bahkan mereka bebas mengambil sendiri atau diantar oleh pelayan kantin. Jika kita bandingkan dengan situasi di ruang kelas sangat jauh berbeda, didalam ruang kelas siswa terkadang tidak bisa memilih jenis penyampaian materi dari guru, hanya metode ceramah satu arah yang membosankan menjadi menu favorite.

 

Kedua, Siswa bebas memilih tempat duduk dan duduk dengan posisi yang rileks. Setelah menentukan menu yang mereka senangi selanjunya mereka menikmati menu tersebut dengan duduk santai di bawah pohon yang rindang atau di deretan bangku khusus favorite mereka. Sementara di dalam ruang kelas, wali kelas maupun guru mata pelajaran jarang bahkan tak pernah mengganti posisi bangku maupun kursi anak didik selama 1 tahun.

 

Selanjutnya Ketiga, Siswa bebas makan sambil berbincang bincang dan sedikit bersuara keras. Sebaliknya dikelas ketika guru mata pelajaran memberi tugas selalu dibarengi perintah tanpa bersuara kepada siswa dan dilarang bertanya sehingga kelas yang disenangi guru adalah kelas yang diam, senyap dan tanpa bersuara ketika proses belajar mengajar berlangsung. Keempat, Pelayan atau ibu dan bapak kantin selalu memberi pelayanan terbaik kepada seluruh siswa meskipun ketika terjadi pencurian makanan atau istilah para siswa lupa bayar sering dibalas dengan omelan singkat oleh ibu kantin dan biasanya dijawab siswa dengan senyuman dan menyatakan maksud berhutang.

 

Sehingga ketika seorang guru masuk kedalam ruang kelas selayaknya memberi pelayanan terbaik kepada seluruh siswa agar ruangan kelas merupakan tempat favorit di lingkungan sekolah dan bukan menjadi tempat yang membosankan.

Sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2013/01/20/kantin-sekolah-dan-teori-mendidik-526299.html

Dipublikasi di INFO TERBARU, INSPIRASI | Meninggalkan komentar

Pengumuman Kelulusan CPNS 2013

Untuk melihat pengumuman kelulusan Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Instansi Pemerintah Kabupaten Seluruh Sumatera Utara dapat melakukan download pengumuman dengan diawali memilih instasi dibawah ini.

1. Pengumuman Kelulusan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara KLIK DISINI

2. Pengumuman Kelulusan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang KLIK DISINI

3. Pengumuman Kelulusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara KLIK DISINI

4. Pengumuman Kelulusan TKD Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah KLIK DISINI

5. Pengumuman Kelulusan Pemerintah Kabupaten/Kota  SELURUH SUMATERA UTARA KLIK DISINI

6. Pengumuman Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil 2013 Klik disini

7. Pengumuman Hasil TKD LJK CPNS Pelamar Umum 2013 Klik Disini

8. Pengumuman Hasil TKD LJK CPNS 2013 Klik Disini

Petunjuk penggunaan:

  • Pengumuan ini untuk CPNS pelamar umum yang menggunakan LJK (Lembar Jawaban Komputer).
  • No.Peserta terdiri dari 11 angka.
  • No.Peserta hanya dapat diisi angka tanpa spasi
  • No.Peserta tidak boleh menggunakan symbol dan meta-karakter.
    Seperti : titik(.); koma(,); garis miring(/); minus(-), dsb.
  • Contoh:
    • No.Peserta yang tertulis di kartu Ujian : 5909-2-00002-7
    • No.Peserta yang harus di input : 59092000027
  • Kode captcha mempunyai expired selama 1 menit.
  • Perbaharui kode captcha yang sudah expired
  • Kode captcha tidak case sensitive (boleh diinput dengan huruf besar atau huruf kecil).

Sumber:

http://sscn.bkn.go.id/

http://sumutprov.go.id/

Dipublikasi di CPNS, INFO TERBARU | Meninggalkan komentar